jump to navigation

PERCAYA AKAN YANG BAIK October 11, 2008

Posted by paspitu in Jagongan.
Tags:
trackback
http://www.bruno-groening.org/bahasa-indonesia/default.htm

Paguyuban Bruno Groening merupakan perkumpulan individu-individu yang bebas dari segala keterikatan, yakni individu-individu yang telah sadar akan nilai yang terkandung dalam dasar-dasar pemikiran, ajaran Bruno Groening bagi dirinya sendiri. Ajarannya disampaikan dalam ratusan paguyuban di seluruh dunia. Dengan sikap tubuh tertentu dan sikap pikiran tertentu kita dapat mempelajari, bagaimana kita dapat menerima energi ilahi ini. Aliran energi ilahi (“Heilstrom”) yang dirasakan dalam tubuh kita membuahkan kita menerima bantuan dan penyembuhan, sekalipun untuk penderitaan/penyakit organ yang kronis, yang degeneratif dan yang tergolong berat.

http://www.bruno-groening.org/bahasa-indonesia/lehre/defaultlehre.htm

Ajaran Bruno Groening bermaksud mempengaruhi tenaga rohaniah pada manusia. Pengaruh tenaga ini lebih besar, sebagai yang diduga kebanyakan orang.
Bruno Groening membandingkan manusia dengan baterai. Dikehidupan se-hari² setiap orang mengeluarkan tenaga. Akan tetapi energi hidup yang baru yang diperlukan seringkali tidak diterima dengan cukup. Sama saja seperti baterai yang kosong, tidak berfungsi lagi, suatu tubuh yang tidak bertenaga tidak dapat memenuhi tugasnya. Akibatnya kelelahan, kegelisahan, ketakutan dalam hidup dan terachir penyakit.

Bruno Groening menjelaskan, bagaimana setiap orang dapat mendapatkan energi baru lagi. “Percaya akan yang baik” adalah syarat untuk itu, sama seperti kemauan akan kesehatan. Manusia dikelilingi oleh gelombang penyembuhan di-mana², yang hanya perlu ia serap. Menurut Bruno Groening tidak ada penyakit yang tidak tersembuhkan, yang dinyatakan oleh berita penyembuhan yang diuji. Disini penyembuhan terjadi hanya secara rohaniah dan karena itu tidak berhubungan dengan tubuh materiil Bruno Groening.

Untuk menyerap Heistrom*, pencari bantuan duduk dengan tangan terbuka. Jangan melipat tangan dan menyilangkan kaki, untuk tidak memutuskan aliran Heilstrom*. Pikiran akan penyakit dan kechawatiran mengakibatkan hambatan, pikiran akan sesuatu yang bagus sebaliknya sangat membantu.

Jika Heilstrom* mengalir melalui tubuh, ia mengenai alat tubuh, yang terganggu oleh penyakit dan disitu dimulai kerja pemurnian. Dengan itu dapat merasakan sakit, yang menandakan untuk pemurnian tubuh. Karena penyakit hakekatnya tidak dikehendaki Tuhan, maka ia disingkirkan sedikit demi sedikit. Pada hal perseorangan terjadi juga secara total. Disini perlu sekali, bahwa orang itu tidak menyibukkan diri lagi, dipikiran, dengan penyakit, akan tetapi percaya, bahwa untuk Tuhan tidak ada “tak tersembuhkan”.

Untuk tetap sehat seterusnya, kawan²-Bruno Groening menyerap Heilstrom* setiap hari. Tubuh yang sehat membentuk dasar untuk suatu keselarasan hidup dengan diri sendiri, sesamanya dan alam.

Tujuan ajaran Bruno Groening adalah menghantar orang yang sakit ke orang yang penuh gairah hidup, yang bebas dari gangguan badaniah dan kejiwaan.

Kata²-arif (bijaksana) Bruno Groening (kutipan)

salah satunya :

– Tuhan menciptakan manusia cantik, baik dan sehat. Demikian juga Ia menghendakiNya. Permulaan manusia betul² bersatu dengan Tuhan; hanyalah ada cinta, keselarasan dan kesehatan, semuanya bersatu. Tetapi ketika manusia pertama mendengarkan suara, yang jahat, yang berbicara diluar kesatuan ini dan melakukannya, maka terputuslah hubungan ini dan sejak itu Tuhan berdiri disini dan manusia disana. Antara Tuhan dan manusia terbentuk jurang. Tidak ada hubungan. Manusia terserah kepada dirinya, boleh begitu percaya dan sembahyang, ia akan diserang yang jahat didalam perjalanan hidupnya dan ditarik kebawah. Mereka sampai disitu dalam perjalanan hidupnya, dibawah. Mereka mengalami malapetaka, merasakan sakit, penderitaan yang tak tersembuhkan. Saya peringatkan: janganlah pergi lebih kebawah, akan tetapi saya menyerukan anda untuk sungguh² bertobat! Berdirilah dan diatas jurang saya bangunkan anda jembatan! Pergilah dari jalan penderitaan ke jalan Ilahi! Disini tidak ada malapetaka, tidak ada perasaan sakit, tidak ada tak tersembuhkan; segalanya baik. Jalan ini membimbing ke Tuhan kembali!

Comments»

1. nyoto - October 14, 2008

comment dr email: “Jarot Wijanarko”

alumni memang sebaiknya hanya forum silahturami, tidak usah formal, tidak usah ada pengurus, pertemuan tidak usah rutin
kalu rutin malah jadi beban dan membenani, dan saling merepotkan serta merasa diganggu

jadi biasa-2 saja dan tidak usah ngoyo
informal saja
pertemuan 2 atau 3 tahun sekali jg sdh bagus
paling tidak sudah menjadi ingat dan kenal kembali, biarkan secara alami saja saling berhubungan secara individu jika da kepentingan

2. nyoto - October 14, 2008

very good advice from Mr.Jarot, because we do not intend to establish political parties. Nyantai aja lah yaouu!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: