jump to navigation

Ajarkan Matematika dengan Dongeng November 1, 2008

Posted by paspitu in Jagongan.
Tags:
trackback
http://id.wikipedia.org/wiki/Matematika
Matematika daribahasa Yunani: μαθηματικάmathēmatiká) secara umum ditegaskan sebagai penelitian pola dari struktur, perubahan, dan ruang; tak lebih resmi, seorang mungkin mengatakan adalah penelitian bilangan dan angka’. Dalam pandangan formalis, matematika adalah pemeriksaan aksioma yang menegaskan struktur abstrak menggunakan logika simbolik dan notasi matematika; pandangan lain tergambar dalam filosofi matematikailmu pengetahuan alam, sangat umum di fisika, tetapi mathematikus juga menegaskan dan menyelidiki struktur untuk sebab hanya dalam saja sampai ilmu pasti, karena struktur mungkin menyediakan, untuk kejadian, generalisasi pemersatu bagi beberapa sub-bidang, atau alat membantu untuk perhitungan biasa. Akhirnya, banyak matematikus belajar bidang dilakukan mereka untuk sebab yang hanya estetis saja, melihat ilmu pasti sebagai bentuk seni daripada sebagai ilmu praktis atau terapan
Struktur spesifik yang diselidiki oleh matematikus sering mempunyai berasal dari

 http://tribunjabar.co.id/artikel_view.php?id=17151&kategori=16

Ajarkan Matematika dengan Dongeng
ricky reynald yulman

Ada beragam cara untuk membuat anak merasa senang dengan pelajaran matematika. Dua di antaranya adalah dengan mengemas pelajaran tersebut dalam bentuk dongeng dan diskusi.
Pengemasan pola belajar seperti ini diyakini betul oleh Manajer Utama Kid’s Lab dr Seno Ratihqah MW SSi. “Namun yang pertama kali harus dibangun adalah membuat anak percaya diri untuk tak takut mencoba dan tak takut salah,” ujarnya saat ditemui di sela acara Olimpiade Sains Tingkat SD se-Bandung Raya di SMP Plus Assalam Bandung, belum lama ini.
Dengan adanya kepercayaan diri seperti itu, kata Ratih, anak-anak akan lebih mudah untuk diajak berdiskusi, bereksperimen, dan memecahkan masalah. “Di sela-sela diskusi inilah sebaiknya juga dijelaskan manfaat dari materi yang dipelajari tersebut untuk kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Lebih jauh Ratih mengatakan, penggunaan metode dongeng, eksperimen dan diskusi ini dilakukan berdasar anggapan bahwa otak kanan yang menangani aspek kreativitas, konseptual, seni, dimensi, emosi, dan imajinasi sebenarnya juga aktif bekerja ketika seseorang mempelajari matematika dan sains.
“Selama ini banyak orang yakin bahwa kemampuan orang memecahkan soal-soal matematika dan sains adalah melulu berkat kinerja otak kiri. Padahal, pendapat itu ternyata tak sepenuhnya benar.”
Ilmuwan Thomas Alfa Edison, tandas Ratih, adalah contoh nyata bahwa otak kanan juga berperan penting ketika seseorang memecahkan masalah-masalah sains dan matematika.
“Sebelum berhasil membuat rumus yang tepat untuk membuat lampu pijar, kesabaran Thomas benar-benar diuji dengan melakukan lebih dari 10.000 kali percobaan. Sains juga membuat orang bisa belajar untuk sabar, jujur, dan kreatif. Thomas sudah membuktikannya.”
Senada dengan Ratih, praktisi pendidikan dari Bimbingan dan Konsultasi Belajar Bilal Dede Supriyadi ST juga mengatakan peranan otak kanan sangat mungkin dimaksimalkan ketika orang memecahkan soal-soal sains dan matematika dengan otak kirinya.
“Soal matematika itu bisa diibaratkan sebagai kotak yang terkunci. Selama kreativitas kita tidak dibelenggu, akan tersedia banyak sekali kunci untuk membuka kotak tersebut,” jelasnya.
Dengan dasar itulah, kata Dede, para guru dan orang tua sebaiknya selalu aktif merangsang peran otak kanan anak dengan selalu mengajak anak bereksperimen mencari cara lain untuk mendapatkan jawaban.
“Sekali lagi, soal matematika itu ibarat sebuah kotak terkunci. Kreativitaslah kunci utamanya.” (ricky reynald yulman)
Anak Tiga Tahun Pun Bisa
METODE
“Pengemasan pola belajar melalui eksperimen ini juga bermanfaat untuk melatih sensor motorik dan daya analisa anak. Kami sudah menerapkan metode ini terhadap anak-anak yang usianya masih tiga tahun. Ternyata anak lebih tertarik belajar sains dan matematika. Beberapa di antaranya bahkan mampu mempresentasikan apa yang mereka pelajari kepada orangtua masing-masing,” papar Ratih
Ratih menambahkan, pola belajar seperti ini juga sangat mungkin untuk dikembangkan para guru dan orangtua.
“Setiap hari selalu ada peristiwa yang terkait pengetahuan alam secara umum. Ini bisa dikemas menjadi bahan diskusi, seperti kenapa air bisa mendidih, menguap, dan membeku, kenapa telur bisa matang kalau direbus, atau melakukan percobaan gunung berapi dengan menggunakan alat sederhana,” katanya. (ricky reynald yulman)
Biarkan Bereksperimen
BERIKUT
– Jelaskan manfaat belajar belajar matematika dan sains buat kehidupan sehari-hari.
– Biarkan anak-anak melakukan eksperimen terkait materi yang dipelajari atau dalam mencari solusi.
– Gunakan bahasa sederhana yang mudah dimengerti anak.
– Penyampaian materi bisa dikemas dalam dongeng, adventure, dan permainan kreatif.
– Bila perlu ajak si kecil bereksperimen menggunakan bahan-bahan yang tidak berbahaya. (ricky reynald yulman)
adalah beberapa hal yang perlu diingat para guru dan orang tua agar anak dapat merasa senang saat mempelajari matematika: belajar melalui dongeng, eksperimen, dan diskusi, tak cuma bagus diterapkan saat anak mempelajari sains dan matematika. Cara-cara tersebut juga sangat bagus untuk diterapkan ketika anak mempelajari disiplin ilmu lainnya seperti biologi, fisika, kimia, atau ilmu-ilmu sosial.pola belajar seperti ini diyakini betul oleh Manajer Utama Kid’s Lab dr Seno Ratihqah MW SSi. “Namun yang pertama kali harus dibangun adalah membuat anak percaya diri untuk tak takut mencoba dan tak takut salah,” ujarnya saat ditemui di sela acara Olimpiade Sains Tingkat SD se-Bandung Raya di SMP Plus Assalam Bandung, belum lama ini.beragam cara untuk membuat anak merasa senang dengan pelajaran matematika. Dua di antaranya adalah dengan mengemas pelajaran tersebut dalam bentuk dongeng dan diskusi.
http://www.geocities.com/dmursita/matdas.htm
http://organisasi.org/taxonomy_menu/2/19
http://peduli-matematika.org/news.php

 

 

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: