jump to navigation

Asap Rokok jadi Obat Manusia & Pupuk Tanaman February 24, 2011

Posted by paspitu in Kabar dari teman.
Tags:
trackback



Professor Biologi Sel Universitas Brawijaya Malang,
Prof Dr Sutiman B. Sumitro, menyampaikan hasil risetnya
yang menggunakan pendekatan ‘Nano Biology’ sehingga
asap rokok kretek yang beracun itu sangat mungkin
bisa dijinakkan dan bahkan bisa dimanfaatkan untuk kesehatan manusia,
menyuburkan dan meningkatkan kualitas tanaman pangan

“Nano Biology” Ciptakan Rokok Kretek Sehat

04 Jan 2011 20:48:15
Surabaya – Asap rokok kretek yang mengandung kadar racun berbahaya, ternyata bisa dimodifikasi menjadi asap yang menyehatkan bagi manusia dengan menggunakan pendekatan “Nano Biology”.

Demikian hasil sebuah penelitian yang dilakukan Guru Besar Biologi Sel Universitas Brawijaya Malang, Prof Dr Sutiman B. Sumitro, yang dirilis kepada wartawan, Selasa.

“Pendekatan Nano Biology sangat mungkin bisa menjinakkan asap kretek dan dimanfaatkan untuk kesehatan manusia, menyuburkan dan meningkatkan kualitas tanaman pangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan “divine cigarette” sebagai salah satu prototipe perlakuan terhadap rokok kretek menggunakan pendekatan Nano Biology, sudah mulai dirintis dan dikembangkan di Unibraw dan Lembaga Penelitian Peluruhan Radikal Bebas di Malang.

“Ternyata asap divine cigarette tidak menimbulkan efek sama sekali pada kelompok tikus percobaan. Bahkan, tikusnya menjadi lebih lincah dengan ransum makanan lebih sedikit dibandingkan tikus kontrol (tanpa divine cigarette),” jelasnya.

Selain itu, asap divine juga terbukti memacu pertumbuhan akar kecambah kedelai dan mendorong pertumbuhan lebih cepat, serta mampu menjadi penyedia elektron pada sistem transfer listrik dalam proses fisiologi normal.

Menurut Prof Sutiman, perlakuan Nano Biology juga membuat asap kretek menjadi tidak berbau dan menjadikan udara bersih sehingga sangat ramah lingkungan.

“Sayangnya, fakta ilmiah semacam ini tidak pernah diperhatikan pemerintah dan industri rokok kretek Indonesia, karena mereka tidak punya unit riset dan pengembangan produk yang memadai,” katanya.

Ia menambahkan dari segi aset dan volume perdagangan rokok di Indonesia yang nilainya sangat besar, sebenarnya riset semacam ini cukup mudah untuk direalisasikan.

“Riset semacam ini bisa menghilangkan stigma negatif rokok kretek dan tentunya jauh lebih murah dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan untuk lobi dan iklan yang konon anggarannya mencapai lebih dari 60 persen biaya produksi,” tambah Sutiman.

Menurut dia, rokok kretek merupakan salah satu produk kearifan lokal yang masih tersisa, sebagai pemberi konstribusi nyata terhadap perekonomian nasional.

Namun, rokok kretek terlanda isu sebagai produk tidak sehat tanpa didukung data hasil riset memadai. Isu tersebut berhembus dari luar negeri dan dibangun melalui kegiatan riset asing.

“Departemen Kesehatan mengklaim rokok kretek merugikan kesehatan lewat rancangan peraturan pemerintah (RPP) tanpa upaya menakar dampaknya pada aspek lain secara seksama,” ujar Sutiman.

Ia mengatakan RPP itu bisa memperlemah industri rokok dan mengingkari kenyataan bahwa merokok dan bercocok tanam tembakau merupakan budaya bangsa yang tidak mudah diubah.

Selain itu, RPP juga berisiko melemahkan sendi-sendi perekonomian dan sosial budaya bangsa.

“Rokok kretek sifatnya sangat kompleks, sarat kepentingan dan melibatkan nasib 24 juta orang, serta aset yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun,” kata Sutiman.
http://www.antarajatim.com/lihat/ber…k-kretek-sehat

Divine Cigarette Sehatkan Penderita Kanker Hati
Rabu, 19 Januari 2011 03:06 WIB

Metrotvnews.com, Malang: Vonis menderita kanker hati stadium tiga menerpa Ala Lisenko Sulistyono, Agustus 2008 silam. Dokter memperkirakan hidupnya tinggal enam hingga delapan bulan lagi. Tetapi dengan pengobatan divine cigarette, kini Ala Lisenko mampu bertahan dan mendapatkan kesehatan yang lebih berkualitas.

Divine cigarette adalah penggunaan nano biologi untuk menjinakkan asap kretek dan dimanfaatkan untuk kesehatan manusia lewat partikel yang dilukiskan mampu menjadi penyedia elektron pada sistem transfer listrik dalam proses fisiologi normal. Keraguan akan asap rokok berdaya menyembuhkan, bisa terjawab.

Sebelum sakit, kalau ada yang bilang ada cara mengobati kanker dengan tembakau, apalagi kretek, Ala Lisenko pasti bilang, “Gila, yang benar saja!”. Tetapi sekarang kalau ada yang tanya tentang pengobatan dengan teknik nano biologi, Ala yang kelahiran Australia dan telah 27 tahun bermukim di Indonesia, sudah membuktikan itu.

Ala memang memilih menjalani terapi balur yang memanfaatkan pengobatan divine cigarette. Dia dianjurkan mengganti amalgam yang menempel di gigi dengan komposit sebelum menjalani serangkaian terapi balur di Jakarta dan dilanjutkan di Rumah Sehat milik Lembaga Penelitian Peluruhan Radikal Bebas di Malang, Jawa Timur. Terapi balur memanfaatkan divine cigarette yang diperkaya berbagai asam amino lewat pendekatan nano biologi. Pendekatan nano biologi memungkinan asap divine cigarette mengikat mercuri yang diduga menjadi biang penyebab kanker hati.

Mengutip Dr Saraswati Subagjo selaku pengelola Rumah Sehat yang menginduk pada Lembaga Penelitian Peluruhan Radikal Bebas di Malang, Ala mengemukakan, kanker hati stadium akut bisa sembuh berkat terapi balur, yaitu proses detoksifikasi pembaluran kulit dengan menggunakan berbagai bahan peluruh radikal bebas yang dikombinasikan dengan asap divine cigarette. Itu dilakukan sebagai upaya untuk mengangkat merkuri dan logam berbahaya lainnya dari dalam tubuh.

Asap rokok berbentuk partikel berukuran nano mudah meresap dan meminimalkan radikal bebas, khususnya merkuri dari dalam tubuh. Saraswati bersama sejumlah ahli seperti guru besar biologi molekuler Universitas Brawijaya Malang Prof Dr Sutiman B Sumitro, mengembangkan proses detoksifikasi yang dapat mengangkat racun logam berbahaya seperti merkuri atau air raksa dari tubuh pasien.

Proses balur, sebagaimana pernyataan Prof Dr Sutiman B Sumitro, dapat dimanfaatkan untuk mengobati kanker dan beberapa penyakit lainnya. Pada prinsipnya tubuh memiliki kemampuan melakukan self regenerasi maupun self reparasi, dengan cara inilah homeostasis kehidupan normal dapat berjalan. Hal seperti ini menjadi macet atau tidak terjadi pada orang sakit karena proses biologis yang ada tidak efisien, khususnya dalam pengelolaan aliran energi. Hal itu ditandai oleh banyaknya tumpukan radikal bebas. Dengan proses balur, pengaturan homeostasis radikal bebas dapat dilakukan, dan pasien dapat lebih cepat dan lebih mudah sembuh.

Sesudah 6 bulan, kata Ala, hasilnya menunjukkan bahwa kanker hatinya mulai mengecil. Hasil pemeriksaan itu dibawa ke dokter onkolog. Dokter tanya, treatment apa yang sudah dilakukan. Ala bercerita panjang lebar tentang balur, tapi tidak cerita bertumpu pada rokok kretek. “Dokter waktu itu bilang, saya harus memperlihatkan hasil pemeriksaan itu kepada dokter spesialis hati dan saya bilang bahwa mereka tidak mau tahu. Dokter bilang, but this is science!” jelas Ala.

Menurut Ala, apa yang dilakukan pasti akan ada pendapat hal itu aneh. Kalau ada orang yang punya pendapat lain, Ala sangat menghormati. Yang pasti, sudah 2 tahun 5 bulan berlalu sejak dibalur, Ala sungguh menikmati hidup. Ia setiap hari bersyukur kepada Tuhan karena hidupnya kini lebih hidup
http://www.metrotvnews.com/read/news…ta-Kanker-Hati

—————–

Source: http://www.kaskus.us/showthread.php?p=360662384

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: